Rabu, 07 April 2010

KEUTAMAAN PERGI KE MASJID


Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang pada waktu pagi atau sore pergi ke masjid maka Allah menyediakan makanan yang lezat didalam sorga setiap ia pergi pada waktu pagi atau sore hari" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian ia pergi kesalah satu rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu dari kewajiban-kewajiban Allah (shalat) maka langkah-langkahnya yang satu dapat menghapus dosa dan yang lain dapat mengangkat derajatnya" (HR. Muslim).

Dari Ubay bin Ka'b ra. berkata: "Ada seorang sahabat anshar, yang saya ketahui tidak ada seorang pun yang rumahnya lebih jauh menuju ke masjid daripada rumahnya, namun ia tidak pernah terlambat shalat. Kemudian ada seseorang berkata: "Seandainya kamu membeli seekor keledai niscaya kamu dapat menaikinya pada waktu gelap dan pada waktu panas". Ia menjawab: "Saya tidak senang seandainya rumahku dekat dengan masjid, karena saya berharap agar setiap perjalananku ke masjid baik sewaktu saya pergi maupun pulang kembali ke keluargaku itu dicatat sebagai amal kebaikan". Maka Rasulullah SAW bersabda: "Allah telah mengumpulkan semua pahala perjalanmu itu" (HR. Muslim).

Dari Jabir ra. berkata: "Beberapa tempat disekitar masjid masih kosong (belum ditempati) maka Bani Salamah bermaksud untuk pindah didekat masjid. Berita itu terdengar oleh Nabi SAW, kemudian beliau bersabda kepada mereka: "Aku mendengar bahwasannya kamu sekalian bermaksud untuk pindah didekat masjid ?". Mereka menjawab: "Benar wahai Rasulullah, kami bermaksud demikian". Beliau bersabda: "Wahai Bani Salamah tetaplah kamu pada rumahmu karena bekas-bekas langkahmu itu tercatat sebagai amal kebaikan. Tetaplah kamu pada rumahmu karena bekas-bekas langkahmu itu tercatat sebagai amal kebaikan". Mereka berkata: " Kami tidak jadi ingin untuk pindah rumah" (HR. Muslim).
Bukhari juga meriwayatkannya yang maksudnya sama, riwayat dari Anas ra.

Dari Abu Musa ra., Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya orang yang besar pahalanya didalam shalat adalah orang yang paling jauh jarak perjalanannya dari tempat shalat kemudian yang agak jauh, dan orang yang menunggu shalat untuk berjama'ah bersama imam itu lebih besar pahalanya daripada orang yang shalat sendiri kemudian tidur" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Buraidah ra., Rasulullah SAW bersabda: "Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang pergi ke masjid dalam kegelapan malam yaitu dengan cahaya yang sempurna nanti pada hari kiamat" (HR. Abu Daud dan At-Turmudzy).

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: "Maukah kamu sekalian aku tunjukkan sesuatu yang mana dengan sesuatu itu Allah akan menghapus dosa-dosamu dan dengan sesuatu itu pula Allah akan mengangkatnya beberapa derajat ?" Para sahabat menjawab: "Baiklah wahai Rasulullah". Beliau bersabda: "Yaitu menyempurnakan wudlu' atas hal-hal yang tidak disukai, memperbanyak langkah ke masjid-masjid dan menantikan shalat sehabis shalat. Maka itulah yang dinamakan Ar Ribath, maka itulah yang dinamakan Ar Ribath (mengikatkan diri dalam keta'atan)" (HR. Muslim).

Dari Abu Sa'id Al Khudry ra., Rasulullah SAW bersabda: "Apabila kamu sekalian melihat seseorang yang biasa ke masjid maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman. Allah 'azza wajalla berfirman: "Innamaa ya'muru masaajidallaahi man aamana billaahi wal yaumil aakhir" (Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir) (HR. At-Turmudzy)


Rabu, 31 Maret 2010

KEUTAMAAN SHALAT SHUBUH DAN ISYA' BERJAMA'AH


Dari 'Utsman bin 'Affan ra. berkata: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang shalat Isya' dengan berjama'ah maka seakan-akan ia mengerjakan shalat setengah malam, dan barangsiapa yang shalat Shubuh dengan berjama'ah maka seakan-akan ia mengerjakan shalat semalan suntuk" (HR. Muslim).

Dalam riwayat At-Turmudzy dari 'Utsman ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya' dengan berjamaah maka ia dianggap mengerjakan shalat setengah malam, dan barangsiapa yang shalat Isya' dan Shubuh dengan berjama'ah maka ia dianggap mengerjakan shalat semalam suntuk" (HR. At-Turmudzy).

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: "Seandainya manusia mengetahui keutamaan shalat Isya' dan Shubuh dengan berjama'ah niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik melebihi dari shalat Shubuh dan Isya'. Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada kedua shalat itu niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak" (HR. Bukhari dan Muslim).


Rabu, 24 Maret 2010

KEUTAMAAN SHALAT JAMA'AH


Dari Ibnu 'Umar ra., Rasulullah SAW bersabda: "Shalat jama'ah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: "Shalat seseorang dengan berjama'ah itu dilipatkan dua puluh tujuh kali atas shalat yang dikerjakan di rumah atau di pasar. Yang demikian itu karena bila seseorang wudlu' dan menyempurnakan wudlu'nya kemudian pergi ke masjid dengan tujuan khusus untuk shalat maka setiap kali ia melangkahkan kaki, diangkatlah satu derajat dan dihapuslah satu dosa. Dan bila ia mengerjakan shalat maka malaikat selalu memohonkan rahmat kepadanya selama ia berada pada tempat yang untuk shalat itu, selama ia tidak berhadats; dimana malaikat berdo'a: Allaahumma shalli 'alaihi, Allaahummarhamhu; dan ia selalu dianggap mengerjakan shalat selama ia menantikan shalat" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah ra. berkata: "Ada seorang buta datang kepada Nabi SAW dan berkata: "Wahai Rasulullah, tidak ada seorang pun yang menuntun saya untuk datang ke masjid"; kemudian ia minta dispensasi kepada beliau agar diperkenankan shalat di rumahnya, maka beliau pun mengijinkannya; tetapi ketika ia bangkit untuk pulang, beliau bertanya kepadanya: "Apakah kamu mendengar panggilan untuk shalat (adzan) ?" Ia menjawab: "Ya". Beliau bersabda: "Kamu harus datang ke masjid" (HR. Muslim).

Dari Abdullah, ada yang memanggilnya dengan 'Amr bin Qais yang terkenal dengan Ibnu Ummi Maktum yang muadzdzin ra. bahwasannya ia berkata: "Wahai Rasulullah sesungguhnya di kota Madinah ini banyak hal-hal yang membahayakan dan binatang buas". Rasulullah SAW bersabda: "Bila kamu mendengar: Hayya 'alash shalah hayya 'alal falah, maka kamu harus mendatanginya". (HR. Abu Daud).

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sungguh aku bermaksud untuk menyuruh orang mengumpulkan kayu bakar kemudian aku menyuruh orang untuk beradzan lantas menyuruh pula seseorang untuk mengimami orang banyak, kemudian aku akan pergi kepada orang-orang yang tidak berjama'ah lantas aku bakar rumah-rumah mereka" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Ibnu Mas'ud ra. berkata: "Barang siapa yang ingin bertemu dengan Allah Ta'ala sebagai seorang muslim maka ia harus benar-benar menjaga shalat-shalat ketika terdengar suara adzan. Sesungguhnya Allah telah mensya'riatkan kepada Nabi kita SAW sunanul huda (tuntunan-tuntunan yang penuh petunjuk) dan sesungguhnya shalat jama'ah itu termasuk sunanul huda. Seandainya kamu sekalian shalat di rumahmu sebagaimana kebiasaan orang yang tidak suka berjama'ah niscaya kamu sekalian meninggalkan sunnah Nabi, dan seandainya kamu sekalian meninggalkan sunnah Nabi niscaya kamu tersesat. Sungguh pada masa Nabi tiada seorang pun tertinggal dari shalat jama'ah kecuali orang munafik yang jelas-jelas munafik. Dan pernah terjadi ada seseorang didukung oleh dua orang sehingga ia bisa berdiri pada sesuatu shaf" (HR. Muslim).
Dalam riwayat lain dikatakan, bahwasannya Rasulullah SAW telah mengajarkan sunanul huda yakni shalat di masjid yang terdengar adzannya".

Dari Abud Darda' ra. berkata: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Apabila disuatu desa atau kampung terdapat tiga orang dan disitu tidak diadakan shalat jama'ah niscaya mereka telah dijajah oleh syetan. Oleh karena itu hendaklah kamu sekalian selalu mengerjakan shalat dengan berjama'ah sebab serigala itu hanya akan menerkam kambing yang terpencil" (HR. Abu Daud).

CATATAN : Kumpulan hadist ini dikutip dari kitab terjemah Riyadlus Shalihin jilid II.



Rabu, 17 Maret 2010

PERINTAH UNTUK MENJAGA SHALAT FARDLU DAN ANCAMAN TERHADAP YANG MENINGGALKANNYA


Dari Ibnu Mas'ud ra. berkata: "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW: "Apakah amal perbuatan yang paling utama ?". Beliau menjawab: "Shalat pada waktunya". Saya bertanya: "Kemudian apa ?". Beliau menjawab: "Berbuat baik kepada kedua orang tua". Saya bertanya lagi: "Kemudian apa ?". Beliau menjawab: "Berjuang pada jalan Allah" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Ibnu 'Umar ra., Rasulullah SAW bersabda: "Islam itu didirikan atas lima sendi yaitu: menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadhan" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Ibnu 'Umar ra., Rasulullah SAW bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Apabila mereka telah mengerjakan itu semua maka terjagalah darah dan harta mereka kecuali dengan hak Islam; dan perhitungan amal mereka terserah Allah" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Mu'adz ra. berkata: "Rasulullah SAW mengutus saya ke Yaman dan bersabda: "Sesungguhnya kamu akan datang kepada orang-orang ahli kitab maka ajaklah mereka untuk menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah. Apabila mereka telah mentaati kamu dalam hal yang demikian itu maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah Ta'ala mewajibkan mereka untuk mengerjakan shalat lima kali sehari semalam. Apabila mereka telah mentaati kamu dalam hal yang demikian itu maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah Ta'ala mewajibkan mereka untuk shadakah (zakat) yang dipungut dari orang-orang kaya kemudian diberikan kepada orang-orang miskin. Apabila mereka telah mentaati kamu dalam hal yang demikian itu maka peliharalah kehormatan dan harta mereka. Takutlah kamu terhadap do'a orang yang teraniaya karena tidak ada tirai antara do'a itu dengan Allah" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Jabir ra. berkata: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya meninggalkan shalat adalah merupakan batas yang menentukan antara seseorang dengan syirik dan kufur" (HR. Muslim).

Dari Buraidah ra., Rasulullah SAW bersabda: "Ikatan janji diantara kami (ummat Islam) dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Maka barang siapa yang meninggalkan shalat, berarti ia telah kafir" (HR. At-Turmudzy).

Dari Syaqiq bin 'Abdullah At Tabi'y yang telah disepakati mempunyai kelebihan rahimahullah berkata: "Para shahabat Nabi Muhammad SAW tidak ada yang berpendapat tentang sesuatu perbuatan yang apabila ditinggalkan menjadi kafir kecuali shalat" (Riwayat At-Turmudzy).

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya mula pertama yang dihisab pada seseorang nanti dihari kiamat dari segala amal perbuatannya adalah shalat. Apabila shalatnya bagus (sempurna) maka berbahagia dan beruntunglah ia; tetapi apabila shalatnya rusak (tidak sempurna) maka menyesal dan rugilah ia. Apabila didalam shalat fardlunya itu terdapat sesuatu kekurangan maka Tuhan Yang Maha Mulia lagi Maha Agung berfirman: "Lihatlah, apakah hamba-Ku ini melakukan shalat sunnah sehingga kekurangan shalat fardlunya bisa disempurnakan dengannya". Kemudian setelah dihisab shalat itu barulah dihisab amal-amal perbuatan yang lain" (HR. At-Turmudzy).

Hadist-hadist diatas dikutip dari buku: Terjemah Riyadlus Shalihin jilid II.






Senin, 15 Maret 2010

KISAH HIKMAH: HANYA KARENA SEBUTIR KURMA


KISAH HIKMAH : HANYA KARENA SEBUTIR KURMA...
Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Masjidil 'Aqsa. Sebagai bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Masjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al 'Aqsa.

4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al 'Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua malaikat tentang dirinya.

“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu.

“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat Mesjidil Haram,” jawab malaikat yang satu lagi..

Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, do'anya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

“Astaghfirullahal adzhim” Ibrahim beristighfar. Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. “4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?” tanya Ibrahim.

“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma” jawab anak muda itu.

“Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?”. Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat.

“Nah, begitulah” kata ibrahim setelah bercerita,

“Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?”.

“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.”

“Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu.”

Setelah menerima alamat, ibrahim bin Adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim.

4 bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. “Itulah ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain.”

“O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu.. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”



Minggu, 14 Maret 2010

KISAH TUKANG CUKUR PERGI HAJI


Motto: Jika Allah berkehendak tidak ada sesuatu yang mustahil dan tidak terbayang oleh akal manusia bisa terwujud.

Alkisah ada seorang bapak tua yang kerja sehari-harinya sebagai tukang cukur dipinggir jalan. Dalam kehidupan sehari-harinya dia sangat sederhana. Dua orang anaknya telah berumah tangga dan sudah memisahkan diri, tidak serumah lagi dengan bapaknya. Istrinya telah meninggal, dia menduda dan tidak berkehendak untuk menikah lagi karena usianya merasa sudah tua. Bapak ini termasuk orang yang shaleh, apa yang menjadi kewajiban/perintah dalam agama dia laksanakan dan apa yang dilarang dia hindari. Bukan hanya yang wajib-wajib saja dia laksanakan, yang sunah-sunah pun banyak yang dia kerjakan. Dalam perintah-perintah wajib yang dia laksanakan, ada suatu keinginan/cita-cita yang ingin dia laksanakan, yaitu menunaikan ibadah haji. Dengan niat dan tekad yang kuat, dia berusaha menyisihkan sedikit tabungan buat bisa melaksanakan ibadah haji. Dia berkeyakinan yang kuat bahwa Allah adalah Maha Segalanya. Jika Allah berkehendak tidak ada sesuatu yang mustahil bisa terlaksana.

Dalam pekerjaan sehari-hari sebagai tukang cukur, dia termasuk orang yang ramah dan sabar. Banyak yang dicukur dia merasa puas dan nyaman. Dia tidak segan-segan untuk mengajak bicara/menyapa para pelanggannya. Satu point yang menjadi kelebihan dia dalam mencukur yaitu setiap selesai dengan tugasnya dia selalu memberi ekstra dengan memijat pelanggannya. Banyak yang merasa puas dengan pekerjaannya terutama kaum bapak-bapak tentunya. Soal bayaran dia tidak mematok harga yang tinggi, wajar-wajar saja sesuai dengan kelas tukang cukur dipinggir jalan.

Dalam keseharian bapak ini hidup bermasyarakat; shalat di masjid, menjalin silaturakhmi dan baik terhadap tetangga. Jika ada tetangganya yang pergi haji, dia selalu berusaha untuk menyempatkan diri buat silaturakhmi dan minta dido'akan disana agar bisa pergi haji juga. Do'a utama yang dia panjatkan tentu kepada Allah SWT. Bagi orang yang sinis dalam hati mencibir: "Emang lu punya duit berapa sih, macam-macam aja jadi tukang cukur pengen ke haji segala".

Tahun berganti tahun, kehidupan bapak ini kelihatannya monoton saja, sehari-hari pekerjaannya tetap sebagai tukang cukur dipinggir jalan. Tabungannya terus bertambah walau dengan nilai nominal yang kecil, tetapi dia tidak pernah berputus harapan dengan niat dan do'a nya buat pergi melaksanakan ibadah haji.
Sampai pada suatu hari, didepan dia biasa mencukur berhentilah sebuah mobil yang mewah. Dari dalam mobil itu keluar lelaki separuh baya yang dari penampilannya kelihatan sebagai orang berada.
"Pak tolong minta dicukur yang rapi" katanya
"Kok tumben bapak yang yang keren begini mau dicukur ditempat saya" kata si tukang cukur.
"Saya sudah dengar bapak ini cukurannya rapi dan pijatannya enak. Saya ingin mencoba dicukur disini dan merasakan juga pijatan bapak. Kalau bisa saya minta dipijat yang lama ya pak, biar nanti saya kasih bayarannya yang lebih".
Karena keramahan si tukang cukur ini, si bapak yang kaya ini merasa puas dan nyaman, apalagi si bapak kaya ini suka bicara dan ramah juga.
"Kalau boleh tahu, bapak ini dinas dimana ?. Rasa-rasanya baru kali ini saya berjumpa dengan bapak" kata si tukang cukur.
"Saya wiraswasta, tempat tinggal saya tidak jauh dari sini. Saya tinggal di jalan X. Saya dengar dari supir saya kalau bapak ini juga termasuk orang yang shaleh"
"Ah...biasa saja tuan" kata si tukang cukur merendah.
"O ya begini, insya Allah tahun depan saya akan melaksanakan ibadah haji bersama istri saya"
"Alhamdulillah...Semoga menjadi haji yang mabrur" kata si tukang cukur.
"Ada keinginan saya untuk mengajak bapak turut serta. Mungkin disana nanti saya perlu tukang pijat dan saya berharap sewaktu-waktu bapak mau melayani saya buat memijat".
Bukan main kagetnya si tukang cukur mendengar ajakan untuk pergi ber haji. Tentu saja ajakan ini tidak ditolak dan dia tidak lupa untuk bersujud syukur atas karunia ini.

Jika Allah berkehendak, tidak ada sesuatu yang mustahil menurut logika dan akal bisa terwujud. Allah adalah Maha Segala. Allah Maha Kuasa untuk berkehendak. Allahu Akbar !

CATATAN:
Kisah ini merupakan kisah nyata dari teman saya yang satu rombongan dengan mereka waktu melaksanakan ibadah haji. Uraiannya merupakan improvisasi saya sendiri untuk menjadi suatu cerita. Mudah-mudahan cerita ini dapat memotivasi anda untuk bisa juga melaksanakan ibadah haji. Amin.

WAHAI RABB YANG MAHA KAYA, LIMPAHKANLAH REJEKI DAN KEMAMPUAN KEPADAKU SEHINGGA AKU DAPAT SEGERA MENUNAIKAN PERINTAH-MU UNTUK BERHAJI KETANAH SUCI. KARUNIAKAN PULA KEPADAKU ILMU, SEHINGGA AKU DAPAT BERHAJI SESUAI TUNTUNAN RASUL-MU. SESUNGGUHNYA KAMI MENYADARI, TIDAK ADA DAYA UPAYA DAN KEKUATAN KECUALI ATAS PERTOLONGAN-MU

Rabu, 10 Maret 2010

KEUTAMAAN SHALAT SHUBUH DAN 'ASHAR


Dari Abu Musa ra., Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang mengerjakan shalat shubuh dan shalat 'ashar niscaya masuk surga" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Zuhair 'Umarah bin Ruwaibah ra. berkata: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan masuk neraka seseorang yang mengerjakan shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, maksudnya shalat shubuh dan shalat 'ashar" (HR. Muslim).

Dari Jundub bin Sufyan ra., Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang mengerjakan shalat shubuh maka ia berada dalam jaminan Allah, oleh karena itu perhatikanlah wahai putra Adam jangan sampai Allah menuntut kamu karena jaminan-Nya itu terganggu" (HR. Muslim).

Dari Buraidah ra., Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang meninggalkan shalat 'ashar maka terhapuslah amal kebaikannya" (HR. Bukhari).

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: "Malaikat penjaga siang dan penjaga malam itu silih bergati. Mereka berkumpul dalam waktu shalat shubuh dan waktu shalat 'ashar. Kemudian malaikat yang bertugas pada waktu malam naik dan ditanya oleh Allah tentang keadaan manusia padahal sebenarnya Allah lebih tahu tentang keadaan manusia: "Bagaimana hamba-Ku ketika kamu tinggalkan ?". Para malaikat menjawab: "Sewaktu kami meninggalkan mereka, mereka sedang shalat; dan waktu kami datang kepada mereka, mereka juga sedang shalat" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Jabir bin 'Abdullah Al Bajaly ra. berkata: "Kami berada didekat Nabi SAW, kemudian beliau melihat bulan pada malam purnama, lantas bersabda: "Sesungguhnya kamu sekalian akan melihat Tuhan sebagaimana kamu melihat bulan pada malam purnama ini dimana kamu tidak akan silau didalam melihat-Nya. Oleh karena itu kalau kamu mampu untuk tidak meninggalkan shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya maka kerjakanlah shalat itu" (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat lain dikatakan: "Beliau melihat bulan pada malam tanggal empat belas".

Selasa, 09 Maret 2010

http://cintamajelis.blogspot.com/

http://cintamajelis.blogspot.com/

Jumat, 05 Maret 2010

http://www.radiomuadz.com/category/sesatnya-syiah/

http://www.radiomuadz.com/category/sesatnya-syiah/

Rabu, 03 Maret 2010

TAUBAT (Bag. 5)


Dari Zirr bin Hubaisy, ia berkata: "Saya datang kepada Shafwan bin 'Assal ra. untuk menanyakan tentang mengusap kedua sepatu, kemudian dia bertanya: "Ada apa kamu datang kesini wahai Zirr ?". Saya menjawab: "Untuk mencari ilmu". Ia berkata: "Sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya bagi orang yang mencari ilmu karena senang terhadap apa yang dicarinya". Saya berkata: "Bahwasannya saya masih belum jelas betul tentang cara mengusap kedua sepatu sesudah berak dan kencing, sedangkan engkau adalah salah seorang diantara sahabat-sahabat Nabi SAW maka saya datang kesini untuk menanyakan kepadamu, apakah engkau pernah mendengar beliau menjelaskan masalah itu ?". Ia menjawab: "Betul, beliau menyuruh kami bila dalam perjalanan atau dalam bepergian supaya tidak melepas sepatu selama tiga hari tiga malam kecuali karena janabah; tetapi kalau hanya berak, kencing atau tidur tidak perlu dilepas".
Saya bertanya lagi: "Apakah engkau pernah mendengar beliau menceritakan tentang cinta ?". Ia menjawab: "Betul, kami pernah bersama-sama dengan Rasulullah SAW dalam salah satu perjalanan kemudian tiba-tiba ada seorang Badui memanggil dengan suara keras: "Wahai Muhammad", maka Rasulullah SAW menjawabnya dengan suara keras juga menyerupai suaranya: "Haum". Maka saya berkata kepada orang Badui itu : "Coba rendahkanlah suaramu itu karena engkau berhadapan dengan Nabi SAW dan engkau benar-benar dilarang berkata seperti itu". Orang Badui itu berkata: "Demi Allah, saya tidak bisa merendahkan suara".
Dan orang Badui itu berkata lagi : "Bagaimana seseorang mencintai sekelompok orang, tetapi ia tidak boleh berkumpul bersamanya ?". Nabi SAW lantas bersabda: "Seseorang itu akan bersama-sama orang yang dicintainya nanti pada hari kiamat".
Beliau selalu bercerita kepada kami sampai akhirnya beliau menceritakan tentang sebuah pintu yang berada disebelah barat dimana pintu itu sangat lebar sekali atau seandainya seseorang akan berjalan pada pintu itu maka ia akan berjalan selama 40 atau 70 tahun lamanya". Sufyan, salah seorang perawi dari daerah Syria mengatakan bahwa Allah Ta'ala menciptakan pintu itu bersamaan dengan Ia menciptakan langit dan bumi; pintu itu senantiasa terbuka untuk menerima taubat, tidak akan ditutup sebelum matahari terbit dari arah barat (sebelum hari kiamat) (HR. At-Turmudzy dan yang lain. Ia mengatakan: Hadist Hasan Shahih).