Jumat, 30 Juli 2010

SERBA SERBI RAMADHAN ( Bag. 4)


Dari Abu Sa'id Al Khudry ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: "Siapa pun yang puasa satu hari semata-mata karena Allah maka dirinya akan dijauhkan oleh Allah dari api neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun karena puasanya itu". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari 'Amr bin 'Ash ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: "Kelebihan puasa kami dan puasa ahli kitab adalah adanya makan sahur". (HR. Muslim).

Dari Abu 'Athiyyah berkata: "Saya bersama Masruq datang kepada 'Aisyah ra. kemudian Masruq berkata kepada 'Aisyah: "Ada dua shahabat Nabi Muhammad saw. yang masing-masing ingin mengejar kebaikan, dimana salah seorang dari keduanya itu cepat-cepat mengerjakan shalat Maghrib dan berbuka, sedangkan yang lain memperlambat shalat Maghrib dan berbuka". 'Aisyah bertanya: "Siapakah yang cepat-cepat mengerjakan shalat Maghrib dan berbuka ?". Masruq menjawab: "Abdullah, yakni Ibnu Mas'ud". Kemudian 'Aisyah berkata: "Demikianlah apa yang diperbuat oleh Rasulullah saw.". (HR. Muslim).

Dari 'Aisyah dan Ummu Salamah ra. berkata: "Rasulullah saw. sering masuk waktu Shubuh masih dalam keadaan junub yang bukan karena bermimpi kemudian beliau berpuasa" (HR. Bukhari dan Muslim).


SERBA SERBI RAMADHAN ( Bag. 3)


Dari Shal bin Sa'd ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Sesungguhnya di dalam sorga itu ada sebuah pintu yang bernama Ar Rayyan (pintu kesegaran) dimana nanti pada hari Kiyamat orang-orang yang berpuasa akan masuk sorga lewat pintu itu, dan tidak seorang pun selain mereka yang bisa masuk lewat pintu itu; dimana penjaga pintu itu mengucapkan: "Mana orang-orang yang puasa ?". Kemudian mereka pun berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang boleh masuk lewat pintu itu. Apabila mereka telah masuk sorga semua maka pintu itu ditutup; oleh karenanya tidak ada seorang pun yang masuk lewat pintu tersebut selain mereka itu". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Ibnu 'Umar ra. berkata: "Rasulullah saw. mempunyai tukang adzan dua orang yaitu Bilal dan putra Ummu Maktum. Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Bilal itu mengumandangkan adzan pada waktu malam maka makan dan minumlah kamu sekalian sampai putra Ummu Maktum mengumandangkan adzan". Beliau bersabda pula: "Jarak antara kedua adzan itu hanya sekedar turunnya yang pertama dan naiknya yang kedua". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Umar bin Khaththab ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: "Apabila waktu malam telah datang dari sini, dan waktu siang telah berlalu dari sini, serta matahari telah terbenam maka orang yang berpuasa boleh berbuka". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Nabi saw. bersabda: "Barangsiapa yang tidak mau meninggalkan kata-kata bohong dan selalu memperbuatnya maka Allah tidak memperdulikan puasanya itu dimana ia telah susah payah meninggalkan makan dan minum". (HR. Bukhari).

Dari 'Aisyah ra. berkata: "Rasulullah saw. sering masuk waktu fajar masih dalam keadaan junub karena bersetubuh dengan istrinya, kemudian beliau mandi dan wudlu'". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Anas ra. bahwasannya Nabi saw. datang ke tempat Sa'd bin 'Ubadah ra. kemudian ia menyajikan roti dan mentega maka beliau pun memakannya serta bersabda: "Telah berbuka di tempatmu orang-orang yang berpuasa, dan memakan makananmu orang-orang yang baik, serta malaikat mendo'akan kamu". (HR. Abu Daud).


SERBA SERBI RAMADHAN ( Bag. 2)


Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa bersedekah sepasang pada jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu sorga: "Wahai hamba Allah inilah yang lebih baik". Barang siapa yang termasuk orang-orang yang biasa mengerjakan shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Barang siapa yang termasuk orang-orang yang suka berjihad maka ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barang siapa yang termasuk orang-orang yang biasa mengerjakan puasa maka ia akan dipanggil dari pintu Ar Rayyan (pintu kesegaran). Dan barang siapa yang termasuk orang-orang yang suka bershadakah maka ia akan dipanggil dari pintu shadakah". Abu Bakar ra. berkata: "Demi ayah dan ibuku wahai Rasulullah bukankah ada orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu karena darurat; maka apakah ada seseorang yang dipanggil dari semua pintu itu ?". Beliau menjawab: "Ada, dan aku berharap semoga kamu termasuk salah seorang diantara mereka". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah ra. berkata: "Rasulullah saw. sangat menganjurkan untuk selalu shalat sunnat pada malam Ramadhan tetapi dalam hal ini beliau tidak mewajibkannya; dimana beliau bersabda: "Barang siapa yang mengerjakan shalat sunnat pada malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala kepada Allah maka diampunilah dosanya yang telah lampau". (HR. Muslim).

Dari 'Aisyah ra. berkata: "Apabila sudah masuk sepuluh terakhir (bulan Ramadhan) maka Rasulullah saw. selalu menghidup-hidupkan malam-malam itu (dengan ibadah) dan membangunkan keluarganya serta mengikatkan sarungnya (tidak mempergauli istrinya)". (HR. Bukhari dan muslim).

Dari Zaid bin Tsabit ra. berkata: "Kami sahur bersama-sama dengan Rasulullah saw. kemudian kami melaksanakan shalat". ada seseorang bertanya: "Berapa lama antara sahur dengan shalat itu ?". Ia menjawab: "Kira-kira bacaan 50 ayat". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla berfirman, (artinya): "Hamba-Ku yang paling Kusukai adalah yang paling cepat kalau berbuka puasa". (HR. At Turmudzy).

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: "Apabila salah seorang diantara kamu sekalian itu berpuasa maka janganlah berkata kotor dan janganlah ribut-ribut. Jika ada seseorang mencaci maki atau mengajak berkelahi maka hendaklah ia berkata: "Sesungguhnya saya sedang berpuasa". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Laqith bin Shabrah ra. berkata: "Saya bertanya: "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada saya tentang wudlu'". Beliau bersabda: "Sempurnakanlah wudlu'mu, basuhlah sela-sela jarimu, dan perdalamlah didalam menghirup air kedalam hidung kecuali bila kamu sedang berpuasa". (HR. Abu Daud dan At Turmudzy).

Dari Ummu 'Umarah Al Anshariyah ra. bahwasannya Nabi saw. datang ke rumah Ummu 'Umarah dan ia menghidangkan makanan untuk beliau, kemudian beliau bersabda: "Makanlah wahai Ummu 'Umarah". Ia menjawab: "Saya sedang berpuasa". Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya orang yang berpuasa itu selalu dido'akan oleh malaikat jika ada orang makan di tempatnya sampai selesai makan". Atau beliau bersabda: "Sampai orang yang makan itu merasa kenyang". (HR. At Turmudzy).


SERBA SERBI RAMADHAN ( Bag. 1)


Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: "Allah 'Azza Wajallah berfirman, artinya: "Semua amal perbuatan anak Adam (manusia) itu membawa manfaat bagi dirinya sendiri kecuali puasa; sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa itu adalah perisai; oleh karena itu bila salah seorang diantara kamu sekalian berpuasa maka janganlah berkata kotor dan janganlah ribut-ribut. Apabila ada seseorang mencaci maki atau mengajak berkelahi maka hendaklah ia berkata: "Sesungguhnya aku sedang berpuasa". Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu disisi Allah lebih harum dari bau minyak kesturi. Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kegembiraan yaitu gembira ketika ia berbuka dan gembira ketika ia menghadap Tuhannya karena besarnya pahala puasa". (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat Bukhari dikatakan: "Ia meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena Aku. Puasa itu bagi-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat"
Dalam riwayat Muslim dikatakan: "Setiap amal perbuatan anak Adam (manusia) itu berlipat ganda. Kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman, artinya: "Kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu bagi-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Ia meninggalkan syahwat dan makan karena Aku. Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kegembiraan yaitu gembira ketika berbuka dan gembira ketika bertemu dengan Tuhannya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu disisi Allah lebih harum dari bau minyak kesturi".

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: "Barang siapa yang mengerjakan shalat sunnat pada malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala kepada Allah maka diampunilah dosanya yang telah lampau". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Ibnu 'Abbas ra. berkata: "Rasulullah saw. adalah orang yang paling pemurah terlebih-lebih dalam bulan Ramadhan, bulan dimana beliau selalu ditemui Jibril. Jibril menemuinya setiap malam bulan Ramadhan untuk bertadarrus Al Qur'an. Sungguh bila Rasulullah saw. bertemu dengan Jibril beliau lebih pemurah lagi melebihi angin yang kencang". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Anas ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: "Bersahurlah kamu sekalian karena sesungguhnya didalam sahur itu terdapat barakah". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Sahl bin Sa'd ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: "Manusia itu selalu dalam kebaikan selama mereka segera berbuka puasa". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Apabila salah seorang diantara kamu sekalian lupa kemudian ia makan atau minum maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah lah yang memberinya makan atau minum kepadanya". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Zaid bin Khalid Al Juhanny ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Barang siapa yang memberi buka orang yang berpuasa maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu dengan tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu". (HR. At Turmudzy).


JANGAN MENDAHULUI SHAUM SEBELUM ADA KETETAPAN 1 RAMADHAN


Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: "Berpuasalah kamu sekalian karena melihat bulan dan berbukalah (berhari raya) karena melihat bulan. Apabila cuaca buruk (berawan) maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya'ban yakni tiga puluh hari". (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat Muslim dikatakan: "Apabila cuaca buruk (berawan) maka kamu sekalian harus berpuasa tiga puluh hari".

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Janganlah salah seorang diantara kamu sekalian mendahului bulan Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari kecuali bagi orang yang membiasakan berpuasa maka berpuasalah pada hari itu". (HR. Bukhari dan Muslim).

CATATAN: Jika belum ada ketetapan dari pemerintah atau ormas yang telah diakui eksistensinya, maka kita tidak diperbolehkan berpuasa Ramadhan, kecuali jika kita biasa puasa sunnat semisal puasa senin-kemis.

Dari Ibnu 'Abbas ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah kamu sekalian berpuasa sebelum datang bulan Ramadhan; berpuasalah karena melihat bulan dan berbukalah (berhari rayalah) karena melihat bulan. Dan bila terhalang oleh awan maka sempurnakanlah sampai tiga puluh hari". (HR. At Turmudzy).

Dari Abul Yaqdlan 'Ammar bin Yasir ra. berkata: "Barangsiapa berpuasa pada hari yang masih diragukan maka ia telah mendurhakai Abul Qasim (Nabi Muhammad) saw.". (HR. Abu Daud dan At Turmudzy).


Jumat, 23 Juli 2010

SHALAT SUNNAT WITIR


PENGANTAR: Masih banyak orang yang beranggapan bahwa shalat sunnat witir itu dikerjakan berbarengan dengan shalat sunnat tahajjud atau tarawih, padahal shalat sunnat witir bisa dikerjakan tanpa kita melaksanakan shalat tahajjud, misalnya karena waktunya sudah hampir menjelang shubuh. Shalat sunnat witir dilakukan sebagai shalat sunnat penutup malam, waktunya bisa sebelum tidur atau setelah bangun tidur sebelum terbit fajar. Penjelasan lengkapnya bisa dibaca dalam hadist-hadist berikut ini. Selamat membaca.

Dari 'Ali ra. berkata: "Shalat witir itu tidak diharuskan sebagaimana shalat fardlu, tetapi Rasulullah saw. selalu mengerjakannya serta bersabda: "Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil, yakni esa) dan suka pada witir maka shalat witirlah kamu sekalian wahai Ahlul Qur'an" (HR. Abu Daud dan At Turmudzy).

Dari 'Aisyah ra. berkata: "Dari semua waktu-waktu malam, Rasulullah saw. pernah mengerjakan shalat witir. Beliau pernah mengerjakan shalat witir pada permulaan malam, pernah pada pertengahan malam, dan pernah pada akhir malam; serta paling akhir beliau mengerjakan shalat witir sampai habis waktu sahur". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Ibnu 'Umar ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Tutuplah shalat malammu dengan shalat witir". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Sa'id Al Khudry ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: "Shalat witirlah kamu sekalian sebelum shubuh". (HR. Muslim).

Dari 'Aisyah ra. bahwasannya Nabi saw. sering shalat sunnat pada waktu malam sedangkan 'Aisyah membujur didepannya; bila beliau tinggal mengerjakan shalat witir beliau membangunkan 'Aisyah kemudian ia mengerjakan shalat witir". (HR. Muslim).
Dalam riwayat lain dikatakan: "Bila beliau tinggal mengerjakan shalat witir, beliau bersabda: "Wahai 'Aisyah bangun dan berwitirlah kamu".

Dari Ibnu 'Umar ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: "Kejarlah shalat shubuh itu dengan witir". (HR. Abu Daud dan At Turmudzy).

Dari Jabir ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun pada akhir malam maka shalatlah witir pada permulaannya. Dan barangsiapa yang berkeyakinan akan bisa bangun pada akhir malam maka shalatlah witir pada akhir malam, karena sesungguhnya shalat pada akhir malam itu disaksikan oleh malaikat dan hal itu lebih utama". (HR. Muslim).

Dari Kharijah bin Hudzafah. Ia berkata: "Telah bersabda Rasulullah saw.: "Sesungguhnya Allah membantu kamu (membantu membanyakkan amal kamu) dengan shalat yang ia itu lebih baik bagi kamu daripada onta-onta yang merah. Kami (shahabat-shabat Nabi) bertanya: "Apa dia itu ya Rasulullah ?" Sabdanya: "Witir antara shalat 'Isya hingga terbit fajar". Diriwayatkan oleh "Lima" kecuali Nasa-i dan dishahkan-dia oleh Hakim.

Dari Thalq bin 'Ali. Ia berkata: "Saya dengar Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada dua witir pada satu malam". Diriwayatkan oleh Ahmad dan "Tiga" dan dishahkan-dia oleh Ibnu Hibban.

Dari Ubai bin Ka'ab. Ia berkata: "Adalah Rasulullah saw. berwitir dengan (membaca) Sabbihisma rabbikal-a'la dan Qulya ayyuhal kafirun dan Qul huwallahu Ahad".. Diriwayatkan dia oleh Ahmad dan Abu Daud dan Nasa-i, dan ia tambah: .......... dan tidak ia memberi salam melainkan pada akhirnya (Maksudnya didalam witir Rasulullah berattahiyat sekali saja lalu salam).
Dan bagi Abu Daud dan Tirmidzi seperti itu (juga) dari 'Aisyah, dan disitu (tersebut): ....... Tiap-tiap surah pada satu rakaat, dan di (rakaat) yang akhir Qul huwallah dan dua Mu'auwadzah (Qul a'udzu birabbil-falaq dan Qul a'udzu birabbin nasi).

Dari Ibnu 'Umar, dari Nabi saw., ia bersabda: "Apabila terbit fajar maka habislah semua waktu shalat malam dan witir, oleh itu berwitirlah kamu sebelum terbit fajar". (HR. Tirmidzi).




Senin, 31 Mei 2010

ANJURAN BUAT BACA QUNUT NAZILAH BAGI PARA MUJAHID PALESTINA DAN NEGARA-NEGARA ISLAM LAINNYA.



Assalamualaikum Wr Wb,
kaum muslimin rahimakumullah,
Mohon di doakan kepada saudara2 kita yang sedang di perangi ketika melakukan misi kemanusiaan ke Gaza. berikut kami kirimkan doa qunut nazilah..
Semoga bermanfaat. Syukron
Wassalamualaikum Wr Wb


اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَاَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَاَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ

Ya Allah, ampunilah kami dan kaum mukminin dan mukmininat muslimin dan muslimat; dan tautkanlah hati-hati mereka dan perbaikilah hubungan mereka; dan tolonglah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka

اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ اَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُوْنَ اَوْلِيَائَكَ

Ya Allah, kutuklah kaum kuffar dari kalangan ahli kitab yang menghalang-halangi jalan-Mu dan mendustakan Rasul-Mu dan memerangi para wali-Mu

اَللَّهُمَّ اَنْجِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ أَفْغَانِسْتَانَ وَ فِي الْعِرَاقِ وَفِيْ فَلَسْطِيْنِ وَ سَائِرِ بِِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ

Ya Allah, selamatkanlah kaum muslimin di Afghanistan, Irak, dan Palestina serta seluruh negeri kaum muslimin

اَللَّهُمَّ انْصُرِِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي أفغانستان و في العراق وفي فلسطين و في كُلِّ مَكَانٍ

Ya Allah, tolonglah para mujahidin yang berjihad di Afghanistan, Irak, Palestina, dan di mana saja berada

اَللَّهُمَّ قَاَتِلْ جُيُوْشَ أَمْرِيْكَا وَ حُلَفَائِهِمْ وَاشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَيْهِمْ وَاجْعَلْهُمْ مُنْهَزِمِيْنَ

Ya Allah, perangilah tentara Amerika dan para sekutunya; keraskanlah injakan-Mu kepada mereka; dan jadikanlah mereka kalah

اَللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَاجْعَلْهُمْ عِبْرَةً لِلْمُعْتَبِرِيْنَ
وَ دَمِّرْ هُمْ بِعِزَّتِكَ يَاعَزِْيزُ يَاقَهَّارُ ياَجَبَّارُ يَامُنْتَقِمُ

Ya Allah, ceraiberaikanlah barisan mereka, dan pecahkanlah kesatuan mereka, dan jadikanlah kehancuran mereka sebagai pelajaran bagi siapa saja; dan hancurkanlah mereka dengan kekuatan-Mu, wahai Dzat yang Maha Kuat, Paling Berkuasa, Paling bisa berbuat sewenang-wenang dan Zat yang Maha Pembalas.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Selasa, 25 Mei 2010

JANGAN BIARKAN PENGHINA NABI SAW.



Kaum muslimin rahimakumullah,
Nabi Muhammad saw. adalah utusan Allah SWT untuk menerangi jalan hidup seluruh umat manusia, mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya hidayah. Sudah sepantasnya umat manusia menghormati dan mengagungkan beliau saw. Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS. Al Fath 8-9).

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah SWT mengutus Nabi Muhammad saw. sebagai saksi atas seluruh makhluk-Nya, dan sebagai pemberi kabar gembira (mubassyiran) kepada orang-orang mukmin yang beriman kepada beliau saw. dan sebagai pemberi peringatan (nadziiran) kepada orang-orang kafir yang menolak mengimaninya. Ibnu Katsir mengutip penjelasan dari sahabat Ibnu Abbas r.a. yang mengartikan kalimat wa tu’azziruuhu agar kau muslimin mengagungkan Nabi saw. dan menerangkan kalimat wa tuwaqqiruuhu dari kata at tauqiir yang artinya agar kaum muslimin menghormati, memuliakan, dan mengagungkan Nabi Muhammad saw.

Sedangkan Az Zamakhsyari dalam tafsir Al Kassyaf menjelaskan makna kalimat lituminuu billahii wa rasuulih adalah agar kalian wahai manusia mengimani Allah dan Nabi Muhammad saw. sebagai utusan-Nya; wa tu’azziruuh agar kalian memperkuatnya dengan memberikan pertolongan kepadanya; wa tuwaqiruuh agar kalian mengagungkannya. Dalam kitab Ad Durrul Mantsur Dan diriwayatkan sutua hadits dari Jabir bin Abdillah r.a. yang berkata bahwa ketika turun ayat wa tu’azziruuhu kepada Rasulullah saw. , beliau saw. bertanya kepada para sahabatnya: Apa maksud kalimat itu? Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Maka Rasulullah saw, bersabda: Agar kalian menolongnya! Kalimat memberi pertolongan (an nushrah) dalam bahasa Arab maknanya adalah memberikan kekuatan militer kepada beliau saw. Dikutip penjelasan Ikrimah r.a. tentang kalimat wa tu’azziruuhu adalah “Agar kalian berperang bersama beliau saw. dengan membawa pedang”.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Dengan demikian jelaslah bahwa posisi Rasulullah saw. bagi umat manusia adalah posisi paling mulia. Beliau saw. wajib dimuliakan, dihormati, dan diagungkan oleh semua manusia, baik oleh mereka yang beriman kepada beliau saw. maupun mereka yang tidak beriman kepada beliau saw. Sebab Rasulullah saw. adalah utusan Allah SWT untuk seluruh umat manusia, bukan untuk suatu kaum saja. Allah SWT menegaskan posisi kerasulan beliau saw. atas seluruh umat manusia dalam firman-Nya:

Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui.(QS. Saba 28).

Juga firman-Nya:

Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.(QS. Al Anbiya 107).

Kaum muslimin rahimakumullah
Oleh karena itu, tidak dibenarkan seorang pun, baik muslim maupun non muslim melakukan penghinaan dan penistaan kepada Rasulullah saw. Sebab itu berarti menyakiti hati Rasulullah saw. Dan lebih dari itu, berarti menyakiti kaum muslimin. Karena, bagi kaum muslimin, Rasululullah saw. lebih utama daripada diri mereka sendiri.
Allah SWT berfirman:

Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka…(QS. Al Ahzab 6).

Orang-orang mukmin itu mencintai nabi mereka lebih dari mencintai diri mereka sendiri dalam segala urusan. Juga Rasulullah saw. wajib dicintai lebih daripada anak dan istrinya, maupun orang tua dan sanak saudara. bahkan harus lebih dicintai daripada apa dan siapapaun termasuk diri sendiri. Allah SWT berfirman:

Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At Taubah 24).

Kaum muslimin rahimakumullah,
Oleh karena itu, siapapun kaum muslimin, terutama mereka yang punya kekuatan dan kekuasaan, wajib menjunjung kehormatan Rasulullah saw. dan tidak boleh mengizinkan siapapun untuk melanggar kehormatan tersebut. Berkaitan dengan penghinaan kepada Nabi yang selama ini dilakukan oleh orang-orang kafir Barat seperti kasus kartun Nabi di Denmark, juga lomba kartun di jejaring Facebook akun Everybody Draw Mohammed Day maka seharusnya pemerintah yang berkuasa atas jalur internet segera meminta jejaring Facebook secepatnya menutup halaman penghina Nabi Muhammad tersebut.

Dan kalau tidak respon segera menutup saluran jejaring Facebook agar tidak masuk negeri ini sebagaimana yang sudah dilakukan pemerintah Pakistan. Namun sampai tulisan ini dibuat, pemerintah dalam hal ini Menteri Kominfo Ustadz (sebagaimana sebutan anak buahnya) Tifatul Sembiring hanya beretorika. Pasalnya akun tersebut masih bisa diakses dan isinya menampilkan gambar dan komentar-komentar di akun tersebut yang sangat menyinggung perasaan orang-orang beriman.

Kaum muslimin rahimakumullah
Pertanyaannya, apakah yang nanti dijawab oleh kaum muslim yang punya kekuatan dan kekuasaan bilamana Nabi Muhammad saw. bertanya di hari kiamat, kenapa anda tidak menolong saya pada saat saya dihinakan? Apakah pantas hari ini anda mendapatkan syafaat saya? Padahal dulu tatkala Rasulullah saw. meminta para sahabatnya mengkesekusi Ka’ab bin al Asyraf gara-gara gembong Yahudi itu menyakiti hati Rasulullah saw. Maka Muhammad bin Maslamah r.a. dan anak buahnya segera melaksanakannya dengan baik.

Apakah layak para penguasa muslim hari ini tidak melakukan pembelaan kepada baginda Nabi Muhammad saw.? Tentu tidak. Tidak boleh ada alasan apapun termasuk, untung rugi bisnis internet, menjadi faktor tidak pedulinya pemerintah muslim atas perkara penghinaan kepada Nabi ini. Padahal dalam QS. At Taubah 24 di atas Allah SWT mengancam kita dengan azab-Nya manakala lebih mendahulukan mencintai bisnis (tijaaratan takhsyauna kasaadaha) daripada mencintai Allah, Rasul-Nya dan jihad fi sabilillah. Wallahua’lam!

Baarakallah lii walakum

SHALAT SUNNAT RAWATIB ZHUHUR


Dari Ibnu 'Umar ra. berkata: "Saya shalat dua rakaat sebelum shalat zhuhur dan dua rakaat sesudahnya bersama-sama dengan Rasulullah SAW" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari 'Aisyah ra. bahwasannya Nabi SAW. tidak pernah meninggalkan shalat sunnat empat rakaat sebelum shalat zhuhur" (HR. Bukhari).

Dari Ummu Habibah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang senantiasa mengerjakan shalat sunnat empat rakaat sebelum shalat zhuhur dan empat rakaat sesudahnya niscaya Allah mengharamkan dirinya dari api neraka" (HR. Abu Daud dan At-Turmudzy).

Dari 'Abdullah bin As Saib ra. bahwasannya Rasulullah SAW selalu shalat sunnat empat rakaat setelah matahari tergelincir, sebelum beliau mengerjakan shalat zhuhur. Beliau bersabda: "Sesungguhnya saat-saat seperti ini pintu-pintu langit sedang dibuka, oleh karena itu aku ingin agar amal kebaikanku naik keatas pada saat-saat seperti ini" (HR. At-Turmudzy).

Dari 'Aisyah ra. bahwasannya apabila Nabi SAW tidak mengerjakan shalat sunnat empat rakaat sebelum shalat zhuhur maka beliau mengerjakannya sesudah shalat zhuhur" (HR. At-Turmudzy).